Kamis, 12 November 2015

Contoh paragraf induksi



Media Sosial
            Pada era globalisasi muncullah media sosial sebagai sarana baru untuk berkomunikasi. Media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram telah memikat orang-orang untuk menggunakannya. Kita dapat berkomunikasi jarak jauh dengan orang lain, kita juga dapat memperluas jaringan pertemanan. Media sosial membuat kita semakin malas untuk belajar dan bekerja. Parahnya lagi, muncullah sikap individualisme dan kurangnya sosialisasi dengan lingkungan. Oleh karena itu, media sosial mempunyai dampak positif dan dampak negatif.


Masyarakat Individualisme
            Sekarang kita tinggal pada era globalisasi dimana masyarakatnya mempunyai sifat yang beragam. Salah satunya dalah sifat invidualisme. Bagaikan anak yang tak butuh induknya, mereka tidak mau lagi bersosialisasi dengan tetangga atau melakukan kerja bakti. Kebanyakan mereka terlalu sibuk dengan rutinitasnya masing-masing. Kalaupun mereka bersosialisasi, hal tersebut mereka lakukan demi bisnis dan kepentingannya sendiri. Berkumpul bersama tetangga atau melakukan kerja bakti sudah tidak dilakukan lagi. Maka muncullah sifat individualisme pada masyarakat di era globalisasi.







Penyimpangan Sosial
            Saat ini marak terjadi penyimpangan sosial. Hal tersebut disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor subyektif dan faktor obyektif. Faktor subyektif adalah faktor yang dibawa seseorang itu sendiri, sedangkan faktor obyektif yaitu faktor yang berasala dari luar diri seseorang. Faktor obyektif misalnya adalah karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak maka akan menimbulkan penyimpangan sosial. Selain hal tersebut, seringnya media massa menayangkan tayangan tentang tindak kejahatan menyebabkan seseorang tidak sengaja menganggap bahwa perilaku menyimpang tersebut sesuatu yang wajar. Oleh karena itu, tidaklah heran mengapa banyak sekali penyimpangan sosial yang terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar