Media Sosial
Pada
era globalisasi muncullah media sosial sebagai sarana baru untuk berkomunikasi.
Media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram telah memikat orang-orang
untuk menggunakannya. Kita dapat berkomunikasi jarak jauh dengan orang lain,
kita juga dapat memperluas jaringan pertemanan. Media sosial membuat kita
semakin malas untuk belajar dan bekerja. Parahnya lagi, muncullah sikap
individualisme dan kurangnya sosialisasi dengan lingkungan. Oleh karena itu,
media sosial mempunyai dampak positif dan dampak negatif.
Masyarakat Individualisme
Sekarang
kita tinggal pada era globalisasi dimana masyarakatnya mempunyai sifat yang
beragam. Salah satunya dalah sifat invidualisme. Bagaikan anak yang tak butuh
induknya, mereka tidak mau lagi bersosialisasi dengan tetangga atau melakukan
kerja bakti. Kebanyakan mereka terlalu sibuk dengan rutinitasnya masing-masing.
Kalaupun mereka bersosialisasi, hal tersebut mereka lakukan demi bisnis dan
kepentingannya sendiri. Berkumpul bersama tetangga atau melakukan kerja bakti
sudah tidak dilakukan lagi. Maka muncullah sifat individualisme pada masyarakat
di era globalisasi.
Penyimpangan Sosial
Saat
ini marak terjadi penyimpangan sosial. Hal tersebut disebabkan oleh dua faktor,
yaitu faktor subyektif dan faktor obyektif. Faktor subyektif adalah faktor yang
dibawa seseorang itu sendiri, sedangkan faktor obyektif yaitu faktor yang
berasala dari luar diri seseorang. Faktor obyektif misalnya adalah karena
seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak maka akan menimbulkan penyimpangan
sosial. Selain hal tersebut, seringnya media massa menayangkan tayangan tentang
tindak kejahatan menyebabkan seseorang tidak sengaja menganggap bahwa perilaku
menyimpang tersebut sesuatu yang wajar. Oleh karena itu, tidaklah heran mengapa
banyak sekali penyimpangan sosial yang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar